Latest Entries »

Jenis Baru Kanker Wanita

Teruskan ini kepada semua wanita dalam hidup Anda. Para ibu, anak perempuan, saudari, tante, kawan-kawan,dsb.

Dalam bulan Nopember (2004?), satu jenis kanker baru ditemukan. Pada seorang wanita timbul sebuah bintik merah di payudaranya, hal ini sama seperti pada ibu-ibu muda yang sedang menyusui.
Karena mammogram (foto sinar-x payudara)-nya cerah, dokter mengobatinya dengan antibiotik untuk infeksi.
Setelah 2 kali pengobatan, hal itu berlangsung menjadi lebih buruk, jadi dokternya mengirim dia untuk difoto x-ray lagi. Kali ini mammogram-nya menunjukkan suatu gumpalan.

Oleh biopsi didapati suatu penumbuhan yang bersifat ganas. Chemo
(terapi kimia) dimulai untuk menciutkan perkembangan gumpalan itu; lalu dilakukan pembedahan (mastectomy); kemudian terapi kimia sepenuhnya; lalu radiasi.
Kira-kira setelah 9 bulan pengobatan intensif, ia diberi surat keterangan sehat.

Dia hidup sehat penuh setiap hari dalam setahun. Lalu kanker itu kembali ke daerah hati (lever). Ia melakukan 4 kali pengobatan dan memutuskan bahwa ia mengingini kualitas hidup, bukan setelah efek Chemo. Ia memiliki waktu 5 bulan dan ia merencanakan tiap detail dari akhir hidupnya.
Setelah beberapa hari hidup dengan membutuhkan morphine, ia mati.
Dia meninggalkan berita ini untuk para wanita dimanapun:
Wanita, WASPADALAH pada segala sesuatu yang tidak normal, dan gigihlah untuk mendapat pertolongan sesegera mungkin.

Penyakit Paget: Ini adalah suatu bentuk yang jarang dari kanker payudara, dan ada di luar dari payudara, pada puting susu dan aureole (lingkaran gelap di sekitar puting). Mulai muncul sebagai bintik merah, yang kemudian menjadi luka dengan kerak di tepi luarnya. Saya tidak pernahcuriga itu kanker tetapi demikianlah.
Puting susu saya sepertinya tidak beda bagiku, tapi bintik merah itu mengganggu saya, dan karena itu saya ke dokter. Terkadang, gatal dan nyeri, tapi lain dari itu tidak menyusahkan saya. Itu hanya jelek dan suatu gangguan, dan tak dapat dihilangkan oleh semua krim (salep) yang dianjurkan pleh dokter saya dan para dokter karena radang kulit (dermatitis) pada mata saya tepat sebelum penjangkitan ini.

Mereka rupanya sedikit prihatin tetapi tidak memberi peringatan bahwa ini mungkin kanker.
Nah, saya kira tidak banyak wanita yang tahu bahwa suatu luka atau bintik pada puting susu atau aureole mungkin kanker payudara. (Punyaku dimulai sebagai sebuah jerawat merah pada aureole.
Satu yang terbesar dari penyakit Paget dari puting susu adalah bahwa gejala-gejala yang timbul tidak berbahaya. Itu sering disangka suatu radang atau infeksi kulit, yang sayangnya berakibat keterlambatan dalam deteksi dan perawatan).

Apa gejalanya?
1. Suatu kemerahan, pengeluaran cairan, dan pengerasan kulit dari puting susu Anda yang terus menerus yang membuatnya terasa gatal dan terbakar (seperti yang saya nyatakan, punyaku tidak banyak gatal atau terbakar, dan tidak mengalir saya sadari itu, tetapi ada kerak kulit (keras) sepanjang tepi luar pada satu sisi).
2. Nyeri pada puting Anda . (Punyaku di sekitar aureole dengan suatu daerah yang terlihat putih dan tebal di tengah-tengah puting susu).
3. Biasanya berpengaruh hanya pada satu puting. Bagaimana didiagnosa?
Dokter Anda akan melakukan pemeriksaan fisik dan harus menganjurkan segera membuat foto mammogram dari kedua payudara. Meskipun kemerahan, keluarnya cairan dan pengerasan kulit dengan jelas menunjukkan dermatitis (radang kulit), dokter Anda harus mencurigai kanker bila rasa nyeri hanya pada satu susu. Dokter Anda harus menyuruh biopsi (pengambilan jaringan untuk diperiksa di bawah mikroskop) bagian dari rasa nyeri Anda untuk memastikan apa yang sedang terjadi.

Berita ini harus ditanggapi dengan serius dan diteruskan kepada sebanyak mungkin keluarga dan teman Anda; hal ini dapat menyelamatkan hidup seseorang.

Kanker payudara saya telah menyebar dan menjalar ke tulang-tulang saya setelah menerima mega dosis dari kemoterapi, 28 pengobatan radiasi dan makan Tamaxofin.

Apabila sejak awal hal ini telah didiagnosa sebagai kanker payudara, mungkin tidak akan menyebar…

KEPADA SEMUA PEMBACA:
Ini menyedihkan jika para wanita tidak menyadari tentang penyakit Paget.
Apabila, dengan meneruskan berita ini ke sekeliling di e-mail, kita
dapat membuat orang lain mengetahui hal ini dan bahaya potensialnya, maka kita sedang membantu para wanita di mana saja.

Mohon, bila Anda dapat, ambillah waktu untuk mem-forward berita ini kepada sebanyak mungkin orang, khususnya untuk keluarga dan teman-teman Anda.
Ini hanya membutuhkan sedikit waktu, namun hasilnya dapat
menyelamatkan hidup seseorang!

Ibadah itu adalah semua kegiatan yang semata-mata dilakukan hanya untuk Allah swt.
Dalam Al-Qur’an, ini dinyatakan dengan beberapa ungkapan, ada kalanya dengan “menghendaki kehidupan akhirat” atau sering juga di ungkapkan sebagai “menghendaki keridhaan Allah”.
Rasululah saw. Mengatakan “Sesungguhnya segala amal itu ditinjau dari niatnya dan setiap orang akan diganjar sesuai dengan apa yang ia niatkan”

Dengan kata lain, bila kita melakukan kegiatan yang serupa dengan ibadah, tetapi tanpa diniatkan secara sadar , bahwa kegiatan itu dilakukan hanya semata-mata karena taat mematuhi perintah Allah dan/atau Rasul-Nya (lillahi ta’ala), maka pekerjaan yang dilakukan itu tidak dikategorikan sebagai pelaksanaan ibadah.
Sebagai contoh: Orang bekerja semata-mata untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, atau menuntut Ilmu semata-mata untuk memenuhi kebutuhan profesinya, tanpa didasari lillahi ta’ala, tidaklah dapat dikategorikan melaksanakan ibadah. Orang tersebut hanya mendapatkan ganjaran dunia, sedangkan ganjaran akhirat berupa pahala tidak diperolehnya.
Surat Hud 15-16 mengisyaratkan, bila kita berbuat baik tanpa diniatkan semata-mata karena Allah swt, maka Allah akan membalas tunai perbuatan itu di dunia ini, tanpa menyisakan sedikitpun untuk akhirat.
Jadi jelaslah, bahwa yang menjadi syarat agar pengabdian atau ibadah itu sah adalah NIAT.
Sesungguhnya ada orang yang secara lahiriah terlihat berbuat amal ahli surga, padahal ia ahli neraka. Dan ada seorang yang secara lahiriah ia berbuat amal ahli neraka, padahal ia ahli surge. (HR Bukhari & Muslim)
Berkaitan dengan hadist di atas, kami teringat sebuat cerita tentang seorang raja yang bermaksud membunuh tawanannya seorang asing. Mengetahui hal ini, tawanan tersebut mengucapkan sumpah serapah dalam bahasa daerahnya yang tidak dimengerti oleh raja.
Raja bertanya pada salah seorang menterinya “Apa katanya?”
Menteri yang satu ini berhati emas, dengan niat baik dia berkata: “Baginda daia mengatakan bahwa Tuhan telah berfirman “ Orang yang menahan amarahnya dan memaafkan manusia maka surgalah ganjarannya”.
Hati raja sangat tersentuh mendengar hal ini dan akhirnya memutuskan untuk tidak jadi membunuhnya.
Namun ada seorang menteri lain yang tidak suka kepada menteri pertama tadi, mengatakan:”Baginda sebenarnya tawanan tadi telah mengucapkan caci maki yang sangat keji”
Mendengar perkataan ini, Raja kemudian bertanya kepada menteri pertama tentang maksudnya, yang kemudian di jawab bahwa dia berbuat demikian semata-mata karena firman Allah, bahwa dirinya harus menolong orang yang sedang teraniaya dan tidak ada pamrih pribadi.
Mendengar Penjelasan tersebut Raja berkata kepada menteri ke dua:”Kebohongan yang dia ucapkan lebih baik daripada kebenaran yang kamu ucapkan, karena dia mengucapkannya dengan maksud baik, sedangkan kamu mengucapkannya dengan niat buruk untuk mencari muka”.

“Seringkali amal yang kecil menjadi besar karena baik niatnya dan seringkali pula amal yang besar menjadi kecil karena salah niatnya”

Dengan demikian, dalam contoh diatas, meskipun bekerja atau memberi uang belanja kepada istrinya merupakan pekerjaan dunia, namun bila dilakukan dengan penuh kesadaran, bahwa kegiatan itu merupakan perintah-Nya, maka kegiatan tersebut merupakan kegiatan akhirat yang akan mendapatkan ganjaran akhirat juga (pahala).
“Apabila seorang muslim memberikan belanja kepada keluarganya semata-mata karena mematuhi Allah, maka ia mendapat pahala” (HR. Bukhari)

Risalah Shalat Ghaib

Kategori: Aqidah

Beberapa waktu yang lalu kami  melaksanakan shalat dhuhur berjamaah di salah satu masjid di kota Makassar.
Setelah shalat dilaksanakan, imam masjid setempat berdiri dan mengumumkan bahwa jamaah diharapkan tinggal sejenak untuk bersama-sama melaksanakan shalat ghaib atas meninggalnya salah seorang tokoh agama karismatik di Sulawesi Selatan.
Shalat ghaib pun dilaksanakan.
Tetapi, tidak semua jamaah ikut dalam shalat ghaib tersebut, sebagiannya mundur dan tidak bergabung dalam shaf shalat.

Kami yakin bahwa sebagian jamaah masih bingung dan belum memahami bagaimana hukum shalat ini. Dan mungkin saja ada di antara jamaah, ikut serta dalam shalat tersebut karena penghormatan atau kekaguman kepada tokoh yang meninggal tersebut.

Tergerak oleh pengalaman pribadi ini, maka kami mencoba untuk merangkum beberapa penjelasan dari para ulama, berkaitan dengan masalah Shalat Ghaib. Selamat membaca.  

Makna Shalat Ghaib
Shalat Ghaib, adalah shalat yang diperuntukkan terhadap seseorang yang telah wafat dan jasadnya tidak berada di tempat di mana dia dapat dishalatkan, semisal seseorang telah wafat atau meninggal di suatu tempat tertentu, dan penduduk daerah lain ingin menshalatkannya, namun pada saat akan dishalatkan jasadnya tidak ada di hadapan mereka.

Berkata Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullahu ; Barangsiapa meninggal dunia di negara di mana di dalamnya tidak ada orang yang menshalatkannya dengan kehadiran secara langsung, maka orang seperti ini dapat dishalatkan oleh sekelompok kaum muslimin dengan shalat Ghaib.

Dalil Pensyariatan Shalat Ghaib
Berdasarkan hadits dari sahabat Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (yang ketika itu sedang berada di Madinah) pernah mengumumkan berita kematian an-Nasjasyi (Ashhamah) (raja Habasyah) kepada orang-orang pada hari kematiannya. (beliau bersabda : “Sesungguhnya saudara kalian telah meninggal dunia –dan dalam sebuah riwayat disebutkan : Pada hari ini, hamba Allah yang shalih telah meninggal dunia) (di luar daerah kalian) (karenanya, hendaklah kalian menshalatinya)”, (Mereka berkata : “Siapakah dia itu?” Beliau menjawab : “an-Najasyi”) (Beliau juga bersabda : “Mohonkanlah ampunan untuk saudara kalian ini”).
Perawi hadits ini pun bercerita : Maka beliau berangkat ke tempat shalat (dan dalam sebuah riwayat disebutkan : Ke kuburan Baqi). (Setelah itu, beliau maju dan mereka pun berbaris di belakang beliau (dua barisan) (dia bercerita : “Maka kami pun membentuk shaff di belakang beliau sebagaimana shaff untuk shalat jenazah dan kami pun menshalatkannya sebagaimana shalat yang dikerjakan atas seorang jenazah). (Dan tidaklah jenazah itu melainkan diletakkan di hadapan beliau)” (Dia bercerita : “Maka kami bermakmum dan beliau menshalatkannya). Seraya bertakbir atasnya sebanyak empat kali”.
Diriwayatkan oleh al Bukhari (III/90,145,155 dan 157), Muslim (III/54), dan lafazh di atas miliknya.
Juga Abu Dawud (II/68-69), an Nasa’i (I/265 dan 280), Ibnu Majah (I/467), al-Baihaqi (IV/49), ath-Thayalisi (2300), Ahmad (II/241, 280, 289, 348, 438, 439, 479,539) melalui beberapa jalan dari Abu Hurairah.

Hukum Shalat Ghaib
Para ulama’ berselisih pendapat dalam masalah ini.
Terdapat empat pendapat yang berbeda di kalangan mereka.

Pendapat Pertama :
Shalat Ghaib, disyariatkan secara mutlak, baik jenazah itu telah dishalatkan secara langsung atau tidak.
Di antara ulama yang berpendapat seperti ini adalah Imam Ibnu Hazm dan lainnya.
Beliau berkata dalam kitabnya Al-Muhalla (5/169, no.260) “mayit tetap dishalatkan ghaib, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menyalatkan raja Najasyi bersama para sahabatnya dalam beberapa shaf. Ini merupakan ijma’ mereka yang tidak boleh dibantah.”
Beliau berkata lagi dalam Al-Muhalla (5/139 no. 580) setelah menyebutkan shalat ghaibnya Rasulullah atas raja Najasyi dan Rasulullah memerintahkannya, dia berkata, “ini adalah perkara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, amalannya dan amalan para sahabatnya, maka tidak ada ijma’ yang lebih absah dari ini.”Para fuaha dari kalangan Asy-Syafi`iyah dan Al-Hanabilah juga berpendapat demikian bahwa shalat ghaib untuk jenazah itu ada masyru`iyahnya dan merupakan shalat sunnah yang dianjurkan. Meski jenazahnya tidak berada di hadapan kita seperti di luar negeri.
Dasarnya adalah praktek shalt ghaib Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wasallam kepada jenazah raja Habasyah, An-Najasyi, dari Jabir radhiallahu anhu bahwa Rasulullah menshalatkan An-Najasyi dan bertakbir 4 kali. (HR. Muttafaqun ‘alaih).
Mazhab ini membolehkan shalat ghaib untuk jenazah yang jaraknya tidak terlalu jauh, sehingga posisi jenazah tidak harus berada di luar negeri.
Biasanya, mereka menggunakan jarak batas minimal safar, yaitu sejauh minimal sejauh 16 farsakh, atau setara dengan 89 km. Mazhab ini juga membolehkan posisi jenazah tidak searah dengan arah kiblat, asalkan shalatnya tetap menghadap kiblat.
Maka dalam pandangan mazhab ini, orang-orang yang tinggal di kota-kota yang ada di sebelah barat Kota Yogyakarta tetap dibenarkan menshalati jenazah almarhumah. Bahkan fuqaha kalangan Al-Hanabilah membolehkan untuk shalat jenazah secara ghaib hingga rentang waktu sebulan setelah dimakamkannya jenazah itu.

Pendapat Kedua :
Shalat ghaib, tidak disyariatan karena hal ini hanya khusus bagi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam saja yang tidak berlaku bagi orang sesudahnya.

Dilarang shalat ghaib secara mutlak.
Ini adalah pendapat Imam Malik dan Abu Hanifah rahimahumallah serta para pengikutnya.

Pendapat Ketiga :
Shalat ghaib tidak disyari’atkan terhadap setiap orang, melainkan hanya disyari’atkan terhadap seseorang yang shalih atau memiliki kedudukan dan semisalnya.
Dan pendapat ini bersumber dari Imam Ahmad juga, dia berkata: “Jika telah wafat seseorang yang shalih, maka dishalatkan ghaib terhadapnya” (al-Ikhtiyaraat, Abu al-Abbas Ibnu Taimiyah, hal. 130)
Sebagian ulama sekarang ada yang memilih pendapat ini, di antara mereka adalah Syaikh Abdul Aziz bin Baz, beliau berkata di dalam Majmu’ al-Fatawanya 13/159: “
Jika yang wafat adalah seorang pemimpin yang bijaksana dan baik, maka penguasa pada saat itu boleh menyolatkan shalat ghaib terhadapnya dan dia diperintahkan untuk menyolatkannya…..
demikian juga terhadap ulama’ yang menegakkan kebenaran dan para da’i yang mengajak kepada kebaikan/petunjuk maka mereka disholatkan shalat ghaib.
Maka yang demikian merupakan perkara yang baik sebagaiman Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah menyolatkan an-Najasyiy.
Adapun orang per orang di antara manusia, maka tidak disyari’atkan shalat ghaib terhadap mereka. Hal ini dikarenakan Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam tidak menyolatkan setiap orang yang wafat dengan shalat ghaib melainkan beliau hanya menyolatkan seorang yaitu an-Najasyiy; karena dia baru masuk Islam, melindungi orang-orang yang hijrah ke al-Habasyah dari kalangan Sahabat.
Dia telah melindungi, menolong, memberikan perlindungan dan berlaku baik terhadap mereka. Dan pada saat itu mempunyai peran yang mulia dalam Islam. Oleh karenanya Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam menyolatkan shalat ghaib manakala dia wafat, demikian juga para Sahabat menyolatkannya bersama Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam.
Maka barangsiapa memiliki keutamaan seperti an-Najasyiy dan dia telah masuk Islam, maka dia shalatkan shalat ghaib.”

Pendapat Ke-empat : Shalat ghaib terhadap janazah tidak disyari’atkan kecuali terhadap seseorang yang telah wafat dan belum dishalatkan, sehingga harus dishalatkan shalat ghaib terhadapnya.
Dan ini adalah pendapat Imam Ahmad (Zaadul Ma’ad, 1/521 dan al-Inshaf, 2/533, al-Mawardi dan dia berkata: “Pendapat inilah yang dipilih oleh Syaikh Taqiyuddin, Ibnu Abdul Qawiy. Dan pendapai ini pula yang dipilih oleh Ibnu al-Qayyim sebagaimana yang termaktub di dalam kitabnya Zaadul Ma’ad” ). Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan, ‘Yang benar adalah bahwa orang yang bertempat tinggal jauh dan meninggal dunia di suatu negara yang tidak ada seorang pun yang menshalatkan di negara tersebut, maka dia perlu dishalatkan dengan shalat ghaib, sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam atas jenasah an-Najasyi, karena dia meninggal di tengah-tengah orang-orang kafir dan tidak ada yang menshalatkannya.
Seandainya dia sudah dishalatkan di tempat dia meninggal dunia, maka dia tidak dishalatkan dengan shalat ghaib atas jenazahnya.
Sebab, kewajiban itu telah gugur dengan shalatnya kaum muslimin atas dirinya. Dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan shalat ghaib dan meninggalkannya.
Sedang apa yang dikerjakan dan apa yang beliau tinggalkan merupakan sunnah. Dan ini menempati porsinya masing-masing.
Hanya Allah Yang Maha Tahu. Dalam Madzhab Ahmad, terdapat tiga pendapat dan yang paling shahih diantaranya adalah rincian ini’”Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani berkata : Ini menjadi pilihan sebagian muhaqqiq dari pada penganut madzhab asy-Safi’i.
Di dalam kitab Ma’aalim as-Sunan,al-Khaththabi mengatakan, yang dikemukakan sebagai berikut:“An-Najasyi adalah seorang muslim yang telah beriman kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan membenarkan kenabian beliau, hanya saja dia menyembunyikan keimanannya. Dan seorang muslim jika meninggal dunia, maka kaum muslimin berkewajiban untuk menshalatkannya, kecuali jika dia berada di tengah-tengah kaum kafir, sedang dia tidak ada seorangpun yang ada di sekitarnya yang mau menshalatkannya, sehingga Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengharuskan diri untuk mengerjakan shalat tersebut, karena beliau merupakan Nabi sekaligus walinya serta yang paling berkewajiban melakukan hal tersebut.

Demikianlah –wallahu a’lam- sebab yang mendorong Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk mengerjakan shalat jenazah dari kejauhan (shalat Ghaib)”. Ibnul Qayyim rahimahullah berkata : “Shalat ghaib atas setiap orang yang meninggal bukan termasuk di antara petunjuk dan sunnahnya shallallahu ‘alaihi wasallam.
Telah banyak kaum muslimin dari kalangan sahabat dan lainnya yang telah meninggal di luar kampung halamannya namun tidak dishalatlan secara ghaib.” (Zaadul Ma’ad: 1/144).
Ibnu At-Turkumani dalam Al-Jauhar An-Naqi (4/51) berkata, “tidak pernah dinukilkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyalatkan ghaib atas shabatnya yang meninggal dan tidak pula ada dinukilkan bahwa kaum muslimin menyalatkan ghaib atas Khulafaur Rasyidin dan yang selain mereka.”Imam Al Khathabi juga berpendapat demikian sebagaimana yang beliau katakan dalam Ma’alim as Sunan (1/270): “Najasi adalah seorang muslim yang beriman kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan membenarkan kenabiannya, hanya saja dia menyumbunyikan keimanannya.
Ketika ada orang Islam yang meninggal, wajib bagi kaum muslimin menyalatkannya (secara langsung) kecuali bila ia berada di tengah-tengah orang kafir dan tidak ada orang yang menyalatkannya.
Makanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melakukannya (shalat ghaib), karena beliau adalah nabinya, walinya, dan manusia yang paling berhak terhadapnya.
Dan ini, wallahu a’lam, yang menyebabkan beliau menyalatkannya secara ghaib.

Berdasarkan ini, jika seorang muslim meninggal dunia di sebuah negeri dan sudah ditegakkan haknya untuk dishalati, maka tidak dishalatkan lagi secara ghaib oleh penduduk negeri lain. Namun, jika diketahui bahwa dia tidak dishalatkan karena dirintangi atau ada udzur yang menghalangi, menurut sunnah dia dishalatkan secara ghaib dan tidak boleh dibiarkan begitu saja hanya karena jarak yang jauh.”

Berdasarkan hal tersebut, maka jika ada seorang muslim meninggal dunia di salah satu Negara, lalu kewajiban shalat jenazah atas dirinya sudah ditunaikan, maka tidak perlu lagi orang lain yang berada di negara lain untuk mengerjakan shalat Ghaib untuknya. Dan jika dia mengetahuinya bahwa yang meninggal tersebut tidak dishalatkan karena adanya rintangan atau alasan yang menghalanginya, maka disunnahkan untuk menshalatkannya dan hal itu tidak boleh ditinggalkan hanya karena jarak jauh.

Pendapat yang Rajih :
Berdasarkan uraian beberapa pendapat di atas, maka yang rajih/terkuat dalam hal ini, Insya Allah adalah pendapat ke-empat, yang menyatakan bahwa shalat ghaib terhadap janazah tidak disyari’atkan kecuali terhadap seseorang yang telah wafat dan belum dishalatkan, sehingga harus dishalatkan shalat ghaib terhadapnya. Wallahu A’lam. 

Tujuan Shalat Ghaib

Tujuan syar’i dari shalat ghaib adalah mendoakan dan memintakan ampun untuk mayat, sebagaimana yang diriwayatkan Abu Hurairah radliyallah ‘anhu, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengumumkan kematian raja Najasyi kepada para sahabatnya, kemudian beliau bersabda, استغفروا له “mintakan ampun untuknya.” (HR. Ahmad dalam Al Musnad).

Ibnul Qayyim dalam Zaadul Ma’ad (1/141) berkata, “maksud dari shalat janazah adalah mendoakan si mayit.”

Namun perkara baru muncul akhir-akhir ini, menjadikan shalat ghaib sebagai shalat pujian, memuliakan, menunjukkan sikap baik dan simpati, dan sebagai dukungan. Ini sudah keluar dari tujuan shalat ghaib yang syar’i. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda  :مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

“siapa yang melaksanakan satu amalan yang tidak ada perintahnya dari kami maka tertolak.”

Lebih parah lagi, terkadang shalat ini dilaksanakan untuk orang yang tidak boleh dishalatkan, sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala :

وَلَا تُصَلِّ عَلَى أَحَدٍ مِنْهُمْ مَاتَ أَبَدًا وَلَا تَقُمْ عَلَى قَبْرِهِ إِنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَاتُوا وَهُمْ فَاسِقُونَ

“Dan janganlah kamu sekali-kali men-shalat-kan (jenazah) seorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik.” (QS. At-Taubah: 83)

Ibnur Rusyd berkata, “para ulama berijma’ untuk tidak menyalatkan orang-orang munafik walaupun mereka mengucapkan kalimat syahadat.” (Bidayatul Mujtahid: 1/239).

Bahkan orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya, menghalangi jalan Allah, berhukum dengan selain syariat-Nya, dan memberikan loyalitas kepada musuh-musuh Islam juga dishalatkan ghaib. Laa Haula walaa Quwwata Illaa Billaah.

Seandainya tujuan shalat janazah adalah untuk memuliakan, memuji, menunjukkan simpati dan dukungan maka orang yang palling berhak dishalatkan secara ghaib ketika meninggalnya adalah Rasulullah dan para Khuafaur Rasyidin serta para imam yang lurus dan orang-orang sesudah mereka.

Kita memohon kepada Allah agar memberikan petunjuk kebenaran dengan izin-Nya kepada kita dalam masalah-masalah yang diperselisihkan. Sesungguhnya Allah Maha kuasa berbuat segala sesuatu.

Semoga shalawat dan salam terlimpah untuk Nabi kita Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya. Amin

Wallohul Muwaffiq.

Maraji’ :

•.Tulisan Syaikh Imam. Mujahid Hamud bin ‘Uqala asy-Syu’aibi hafidzahullah. Diterjemahkan oleh Purnomo WD, via : http://www.voa-islam.com ;•. Kitab Ahkamul Janaaiz wa Bida’uha, Edisi Indonesia Hukum Dan Tata Cara. Mengurus Jenazah Menurut Al-Qur’an dan Sunnah hal. 216-223, Penulis Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, Penerjemah M.Abdul Ghoffar EM, Penerbit Puskata Imam Asy-Syafi’i. Via : http:/almanhaj.or.id ;• Kedudukan Shalat Ghaib, oleh : Abu Hafsh Saami bin al-Arabiy al-Atsariy.
Via : http://alsofwah.or.id.• http://www.ustsarwat.com

Seorang mandor bangunan yang berada di lantai 5 ingin memanggil pekerjanya yang lagi bekerja dibawah…
Setelah sang mandor berkali-kali berteriak memanggil, si pekerja tetap tidak dapat mendengar karena fokus pada pekerjaanya dan bisingnya alat bangunan…
Sang mandor terus berusaha agar si pekerja mau menoleh keatas, di lemparnya uang 2000an yg jatuh tepat di sebelah si pekerja…
Si pekerja hanya memungut uang 2000 dan melanjutkan pekerjaanya..
Sang mandor akhirnya melemparkan 20.000 dan berharap si pekerja mau menegadah sebentar ke atas… Akan tetapi si pekerja hanya lompat kegirangan karena menemukan uang 20.000 dan kembali bekerja…
Kemudian sang mandor melempar batu kecil yang mengenai bahu pekerja. Ternyata dia hanya menoleh kekiri dan kekanan, mencari siapa yang melempar.
Pada akhirnya sang mandor melemparkan batu agak besar yg tepat mengenai kepala si pekerja…
Merasa kesakitan akhirnya si pekerja menoleh ke atas dan dapat berkomunikasi dengan sang mandor….

Cerita tersebut diatas sama dengan kehidupan kita.
Tuhan selalu ingin menyapa kita, akan tetapi kita selalu sibuk bekerja. Kita di beri rejeki sedikit maupun banyak, sering kali kita lupa untuk menengadah bersyukur… bahkan kadang rejekinya digunakan utk yang tdk bener.
Diberi cobaan kecil, malah hanya saling menyalahkan.
Jadi jangan sampai kita mendapatkan musibah baru kita mau menoleh kepada Tuhan dan berkomunikasi dengan-Nya.

Masalah ini sangat penting diketahui oleh setiap Muslim, apalagi banyak ditemukan di masyarakat adanya kebiasaan sebagian orang tidak shalat ketika sakit, karena mereka belum tahu caranya, sehingga ketika datang waktu ajal, mereka mengakhiri hidupnya dalam keadaan meninggalkan shalat.

Berlandaskan kaidah-kaidah yang mendasar, Allah Ta’ala telah meringankan ibadah orang-orang terkena udzur (halangan) sesuai dengan udzur mereka, agar mereka bisa beribadah kepada Allah Ta’ala tanpa kesempitan dan kesulitan.

Cara ber Wudhu bagi orang sakit:
– Wajib atas orang yang sakit bersuci dengan air, yaitu berwudhu karena hadats kecil dan mandi karena hadats besar.
– Kalau dia tidak bersuci dengan air karena lemahnya, atau takut akan tambah sakit, atau akan memperlambat sembuhnya, maka hendaknya ia bertayammum (baik untuk hadats kecil maupun hadats besar).
– Cara bertayammum agak berbeda dengan wudhu menggunakan air, yaitu dengan menepuk bumi/debu yang suci dengan kedua tangannya satu kali tepukan, lalu mengusap wajahnya dengan kedua tangannya, kemudian mengusap dua tapak tangannya secara silang (yang kanan menghadap yang kiri dan sebaliknya), yang satu terhadap yang lain. Apabila ia tidak mampu bertayammum sendirian, maka ditayammumi oleh orang lain, orang itu menepuk bumi/debu yang suci dengan kedua tangannya dan mengusapkan dengan tangannya dan mengusapkan dengan tangannya ke wajah si sakit dan kedua tapak tangan si sakit, sebagaimana kalau si sakit tidak mampu untuk berwudhu sendiri, hendaklah diwudhu’i oleh orang lain.
– Dibolehkan bertayammum dari dinding, atau sesuatu yang lain yang suci lagi berdebu. Apabila dinding itu di cat dengan sesuatu yang bukan jenis tanah, maka jangan bertayammum darinya, kecuali kalau ada debunya.
– Apabila tidak ada dinding dan tidak ada sesuatu lainnya yang berdebu, maka diperkenankan meletakkan debu di sapu tangan atau wadah dan bertayammun darinya.
– Apabila ia bertayammum untuk shalat dan ia masih suci (belum batal) sampai waktu shalat berikutnya, maka ia dapat shalat dengan tayammum pertama itu tadi dan tidak usah mengulangi tayammum.
– Badan; Wajib atas si sakit membersihkan badannya dari najis-najis, apabila ia tidak mampu, hendaklah ia shalat dalam keadaannya itu saja dan shalatnya sah tanpa mengulanginya.
– Pakaian; Wajib atas si sakit untuk menyucikan pakaiannya dari najis-najis atau mencopotnya dan memakai pakaian yang suci. Apabila tidak mampu, hendaklah ia shalat dalam keadaannya itu saja, shalatnya sah dan tidak ada pengulangan atasnya.
– Tempat; Wajib atas orang sakit, shalat di tempat suci. Kalau dia di atas tikar/alas yang najis, hendaklah dicuci atau diganti dengan tikar/alas yang suci atau dilapisi di atasnya dengan sesuatu yang suci. Kalau tidak mampu, hendaklah ia shalat di atas alas yang ia tempati itu, shalatnya sah dan tidak ada pengulangan atasnya.

Cara Shalat orang sakit:
– Wajib atas orang sakit shalat fardhu dengan berdiri, walaupun condong atau bersandar ke dinding, atau tiang atau tongkat.
– Apabila ia tidak mampu shalat dengan berdiri, maka dengan duduk dan yang afdhal (lebih utama) hendaknya pada posisi bersila saat seharusnya berdiri dan ruku’ , serta duduk iftirasy (seperti duduk tahiyyat awal) pada giliran sujud.
– Apabila ia tidak mampu shalat dengan duduk, maka shalat dengan berbaring di atas lambungnya (tidur miring) dengan menghadap Qiblat, lambung kanan lebih utama daripada lambung kiri. Apabila ia tidak bisa menghadap ke Qiblat, maka shalat kearah mana yang ia sedang hadapi dan tidak ada pengulangan atasnya.
– Kalau ia tidak mampu shalat dengan tidur miring, shalat dengan terlentang; dua kakinya kearah Qiblat dan yang afdhal hendaknya ia mengangkat kepalanya sedikit untuk menghadap Qiblat. Apabila ia tidak mampu untuk mengarahkan kakinya ke Qiblat, maka shalat ke arah mana saja sesuai dengan keadaannya tanpa harus mengulanginya.
– Wajib bagi si sakit untuk Ruku’ dan Sujud. Apabila ia mampu ruku’ tapi tidak mampu sujud, maka ia ruku’ dengan keadaan ruku’ dan sujud dengan isyarat kepalanya. Apabila ia mampu sujud tapi tidak mampu ruku’, maka ia sujud dengan keadaan sujud dan ruku’ dengan isyarat kepala. Sedangkan bila tidak mampu melakukan keduanya, hendaklah ia berisyarat ruku’ dan sujud dengan kepalanya, dengan cara isyarat untuk sujud lebih rendah daripada ruku’.
– Apabila tidak bisa berisyarat dengan kepalanya, maka ia berisyarat dengan matanya. Caranya adalah, memejamkan sedikit untuk ruku’ dan memejam lebih banyak untuk sujud.
– Apabila tidak dapat berisyarat dengan kepala atau matanya, maka ia shalat dengan hatinya. Berniat, berdiri, ruku’ sujud dan duduk dengan hatinya.
– Wajib bagi orang sakit untuk shalat pada waktunya, sesuai dengan kemampuannya dengan ketentuan seperti diatas dan tidak boleh mengakhirkan dari waktunya.
– Apabila ia dalam keadaan coma, maka baik waktunya, ber wudhu’ maupun shalatnya dibantu/dituntun oleh orang lain dan ia shalat dengan hatinya.
– Apabila ia kesulitan mengerjakan setiap shalat pada waktunya, maka ia berhak menjama’ antara dhuhur dan ashar dan antara maghrib dan isya, dengan jama’ taqdim (dilakukan pada waktu dhuhur dan magrib), atau ta’khir (dilakukan waktu ashar dan isya), sesuai dengan mana yang mudah baginya.
– Shalat subuh tidak pernah di jama’ dengan shalat sebelum dan atau sesudahnya.

”Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu”
(Al-Baqarah: 185)

”Maka bertaqwalah kamu kepada Alla menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatilah” (At-Taghaabun: 16)

MENGAPA HARUS JUS?

FUNGSI JUS
– Meningkatkan daya tahan tubuh
– Menurunkan kadar kolesterol
– Melancarkan proses pencernaan
– Sebagai Anti Oksidan dan Anti Kanker
– Mempercepat Proses Penyembuhan
– Membuat Awaet Muda

Beberapa buah-buahan ternyata mengandung zat-zat yang dapat menggantikan nutrisi dari makanan seperti daging.

APEL
Kombinasi kandungan garam mineral dan pektin dalam apel, serta kandungan asam oksalik pada bayam membentuk substansi unik yang memenuhi dinding-dinding usus dan melalui gerakan kimia ang kuat tapi aman “melepaskan” kotoran yang ada di usus besar yang telah mengendap berhari-hari, berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Kandungan zat pektin dalam apel juga mampu menurunkan kadar kolesterol dan triglycerides yang mengganggu fungsi jantung.
JUS APEL
Fungsi utamanya:
– Mengurangi nafsu makan
– Mengendalikan tekanan darah dan kadar gula darah
– Pembersihan racun dalam usus

ALPUKAT
Kandungan kalori, lemak dan minyak yang tinggi di dalamnya tidak saja menjadi sumber enerji yang melimpah yang dibutuhkan pada saat puasa, tapi juga mengurangi kadar kolesterol dan menjaga kelenturan otot-otot sendi.
JUS ALPUKAT
Fungsi utamanya:
– Melembabkan dan mengencangkan kulit
– Membantu pembentukan sel darah merah
– Mencegah anemia

PISANG
Daging buah pisang yang lembut melapisi dinding-dinding lambung dan usus sehingga dapat menjadi lapisan anti radang. Pisang sangat membantu bagi mereka yang mengalami masalah peradangan lambung atau usus. Karena daging buah pisang sangat lembut, dianjurkan untuk tidak dijadikan jus.

BELEWAH
Kandungan beta-karoten, pro-vitamin A, magnesium, mangan, seng dan krom pada belewah dapat mengurangi peradangan dan memulihkan luka peradangan jaringan usus. Gula alami dan enzim yang dikandung belewah mempunyai fungsi absorpsi atau penyerapan pada usus akibat makan tergesa-gesa shingga makanan tak terkunyah dengan baik, terlalu banyak makan makanan yang berbumbu, endapan obat-obatan, atau rasa mual karena rasa kuatir yang berlebihan.

JERUK
Sari buah jeruk yang banyak mengandung vitamin C sangat baik karena selain menstimulasi sistem kekebalan tubuh, juga menghilangkan sumbatan lendir di tenggorokan, rongga hidung, paru-paru dan perut. Berguna pula untuk membersihkan liver dan menghilangkan rasa sakit di tubuh akibat influenza. Campuran sari jeruk nipis dan madu sangat berkhasiat menyembuhkan radang tenggorokan dan amandel. Bagi mereka yang memiliki gangguan lambung, tentu pilih buah jeruk yang tidak terlalu asam.
JUS JERUK
Fungsi utamanya:
– Memerangi infeksi
– Memperkecil resiko stroke dan serangan jantung
– Mengatasi flu dan demam

KURMA
Kandungan gula kurma yang tinggi membuat kurma menjadi buah yang menghasilkan energi tinggi. Bahkan ada legenda bahwa Nabi Muhammad SAW berbuka puasa hanya dengan 3 butir kurma, tentunya yang berkualitas tinggi. Kandungan gula kurma sangat membantu menyembuhkan luka. Hati-hati bagi mereka yang memiliki penyakit diabetes, jangan terlalu banyak mengkonsumsi buah ini.

PEPAYA DAN MANGGA
Jus campuran pepaya dan mangga memiliki kandungan karbohidrat dan enzim yang tinggi. Jus segar ini bermanfaat dalam menanggulangi pembengkakan dan peradangan, gangguan pencernaan dan demam. Jus mangga sendiri dapat mengurangi dehidrasi dan memperlancar sirkulasi darah. Sedangkan pepaya melancarkan buang air besar dan mengatasi sembelit.
JUS MANGGA
Fungsi utamanya:
– Mencegah bau badan
– Desinfektan bagi tubuh dan membersihkan darah
– Meremajakan sel

PEAR
Mengkonsumsi buah Pear membantu mengatasi rasa tidak enak di perut akibat kadar asam yang berlebihan yang berasal dari makanan berkalori tinggi, berminyak dan pedas. Jus pear juga dapat dicampur dengan apel dan sedikit jeruk nipis.
JUS PEAR
Fungsi utamanya:
– Mengendalikan hipertensi
– Mengencerkan dan menghilangkan dahak
– Mengatasi gangguan lambung

NANAS
Enzim bromealin dalam nanas melarutkan lendir yang sangat kental dalam sistem pencernaan sehingga juga dapat menghancurkan bisul bila ada. Masakan yang dibuat dengan 250 gram nanas yang diiris-iris, 60 gram cincangan daging ayam dan lada secukupnya yang kemudian digoreng dapat mengatasi penyakit darah rendah dengan gejala lemasnya kaki dan tangan.

DELIMA
Di Irak dan Iran , jus delima yang dibuat kumur terlebih dahulu sebelum diminum membantu membersihkan mulut dan gigi, serta mencegah infeksi sehingga membantu menghilangkan bau mulut yang tidak sedap. Memakan dengan perlahan-lahan buah delima dan mengeluarkan bijinya dapat menjernihkan suara yang serak dan menghindari kekeringan tenggorokan. Manfaat lainnya, kandungan zat tanin dalam buah delima dapat membius cacing gelang, cacing kremi dan cacing pita dalam usus sehingga mereka dapat dikeluarkan melalui air besar. Cara ini sudah biasa digunakan oleh penduduk Mesir dan Vietnam .
JUS DELIMA
Fungsi utamanya:
– Mengikis kanker

TOMAT
Jus tomat segar sangat membantu pembentukan glycogen dalam liver. Menurut penelitian ditemukan bahwa jus tomat menyeimbangkan fungsi liver dengan cepat dan dengan demikian berarti menjaga stamina tubuh dan menyehatkan badan. Garam mineral yang kaya dalam tomat meningkatkan nafsu makan dan merangsang aliran air liur sehingga memungkinkan makanan dicerna dengan baik. Konsumsi tomat yang teratur membantu mengobati penyakit anoreksia (kehilangan nafsu makan).
JUS TOMAT
Fungsi utamanya:
– Mengontrol kadar gula dan darah
– Menggiatkan fungsi empedu dan hati
– Memperbaiki stamina seks

SEMANGKA
Terlalu banyak mengkonsumsi daging-dagingan, manis-manisan, goreng-gorengan, kopi dan minuman ringan sering membuat darah terlalu banyak kandungan asamnya dan mengakibatkan bintik-bintik merah di kulit. Jus semangka akan merontokkan asam tersebut dan memperbaiki kandungan darah. Bagi penderita diabetes, mengkonsumsi secara teratur jus semangka dapat menjaga meningkatnya gula darah. Kelebihan kandungan asam urik dalam tubuh yang menyebabkan arthritis, encok dan keracunan urea dapat dihilangkan dengan meminum jus semangka secara teratur dua kali sehari.

KELENGKENG
Buah ini banyak mengandung sukrosa, glukosa, protein, lemak, asam tartaric, vitamin A dan B. sebagai salah satu sumber energi, buah yang sangat manis ini berguna untuk meningkatkan stamina sehabis sakit. Kelengkeng sangat baik untuk memenuhi kebutuhan energi bagi wanita hamil yang lemah atau setelah melahirkan. Memakan buah ini secukupnya secara teratur dapat menambah nafsu makan, mencegah anemia dan pemutihan rambut dini. Selain itu akan mempercepat kesembuhan luka luar. Awas, konsumsi secukupnya saja, kalau kelebihan, akan membuat tubuh menjadi panas akibat kelebihan energi.

BELIMBING
Meminum atau memakan buah belimbing dan menelannya secara perlahan dapat mencegah dan mengatasi infeksi mulut dan tenggorokan. Campuran belimbing dan madu juga dapat membantu mencegah dan mengatasi kencing batu.
JUS BELIMBING
Fungsi utamanya:
– Menurunkan tekanan darah
– Mencegah dan mengobati sariawan
– Mengencerkan dahak

LECI
Selain kandungan protein, lemak, vitamin C, fosfor, dan zat besi, buah leci mengandung sukrosa dan glukosa yang melimpah. Mengkonsumsi buah leci pada malam hari dapat menambah cadangan energi untuk keesokan harinya.

KELAPA
Air kelapa mengandung sukrosa, fruktosa, dan glukosa, sedangkan dagingnya selain tiga hal di atas juga mengandung protein, lemak, vitamin dan tentunya minyak kelapa. Meminum air kelapa muda dan memakan dagingnya dapat mengurangi kegerahan, mulut kering, demam dengan kehausan serta diabetes. Selain itu, minum air kelapa muda dipercaya membuang racun dalam darah. Perhatian, terlalu banyak minum air kelapa muda menyebabkan sedikit rasa lemas sementara. Bagi yang memiliki gangguan tulang jangan mengkonsumsi banyak air kelapa.

JUS WORTEL
Fungsi utamanya:
– Baik untuk kezsehatan mata
– Meremajakan sel dan menghambat penuaan
– Meningkatkan vitalitas seks

JUS JAMBU BIJI
Fungsi utamanya:
– Menurunkan kadar kolesterol
– Mencegah dan mengobati sariawan
– Mencegah keropos tulang

JUS STAWBERRY
Fungsi utamanya:
– Mengobti gangguan saluran kemih
– Mengendalikan kadar kolesterol
– Meredakan nyeri sendi

Buah-buahan merupakan sumber makanan alami yang paling siap untuk langsung dikonsumsi manusia, sayang kadang kala dilupakan. Dengan penjelasan di atas, semoga buah-buahan tidak lagi dilupakan sebagai makanan yang wajib dikonsumsi.

Tahukah anda, setiap harinya, tubuh kita menerima sejumlah besar gelombang elektromagnetik!
Kita menerima gelombang elektromagnetik ini melalui peralataan listrik yang klta gunakan dan berbagai peralatan lainnya yang tidak dapat kita tinggalkan dalam hidup kita,
sebut saja Pesawat TV, HP, Komputer, alat cukur, remote TV, remote AC dan remote-remote lainnya, semuanya mengandung sinyal Elektromagnetik
Demikian juga, melalui lampu-lampu listrik yang tidak mungkin kita matikan, walaupun untuk beberapa jam saja, misalnya lampu-lampu iklan yang bertebaran dimana-mana.
Jadi kita adalah objek yang menerima gelombang elektromagnetik dalam jumlah banyak!
Dengan kata lain, kita di charge dengan gelombang electromagnetik tanpa pernah menyadarinya!

Apakah Anda sering …….menderita sakit kepala! merasa tidak nyaman!
Bahkan …… Malas bergerak, dan merasa nyeri di beberapa bagian badan anda!
Jangan lupakan uraian ini, bila kita sering merasakan gejala semacam itu!
Apakah jalan keluar untuk semua ini??!!

Seorang Ilmuwan non Muslim dari Eropa, telah membuat riset dan menyimpulkan, bahwa cara terbaik bagi tubuh untuk menghilangkan Elegtromagnetik positif yang membuat tubuh menderita adalah:
 Dengan meletakkan dahi di bumi lebih dari sekali sehari, maka bumi akan menghilangkan elektromagnetik positip yang berbahaya itu!
 Hal ini identik dengan kerja penangkal petir dari bangunan, yang menyalurkan setiap signal listrik positip (seperti halnya petir) ke dalam bumi.
 Jadi, letakkan dahi anda diatas bumi untuk menghilangkan signal listrik positip!

Adapun yang membuat riset ini menjadi menakjubkan, adalah:
• Ternyata yang terbaik adalah dengan meletakkan dahi di atas pasir
• Dan yang menyebabkan lebih menakjubkan lagi, adalah :
• Bahwa Cara yang paling baik adalah dengan meletakkan dahi ke tanah saat anda berada di pusat dunia, karena anda dapat menghilangkan sinyal elektromagnetik dengan cara yang sangat baik dan efisien.
Dan anda akan lebih takjub lagi setelah mengetahui, bahwa Mekah telah dibuktikan secara ilmiah berada pada pusat dunia, serta Kaa’bah adalah tepat pada pusatnya!

Jadi, gerakan “Sujud” dalam sholat anda adalah:
 Merupakan cara terbaik untuk menghilangkan signal elektromagnetik berbahaya dari tubuh anda!
 Tentu saja …..Ini juga merupakan cara sempurna untuk mendekatkan diri pada Yang Kuasa, yang menciptakan alam ini!

Allah SWT selalu memerintahkan kita untuk melakukan sesuatu, karena itu akan sangat membantu dan berguna bagi kita!

Dalam setiap keadaan, kita harus percaya atas kekuasaan Allah dan mengerti, bahwa apapun yang kita kerjakan untukNya, adalah yang terbaik untuk kita!

Pada umumnya, kita tidak ingin tahu alasan untuk melakukan sesuatu yang diperintahkan Allah, tapi cepat atau lambat, kita pasti akan mampu untuk menemukan alasannya!
 Bukankah sejak awal kita melakukan Sujud, hanya karena patuh pada perintah Allah swt!
Dan tidak untuk menghilangkan gelombang elektromagnetik,
 Tapi Kita percaya, bahwa dalam setiap perintah Nya, selalu ada kebijakan!
Dasar Kepercayaan kita adalah karena Dia Sang Pencipta, Dia mengetahui segalanya!
 Meskipun demikian, karena kemudian ada alasan yang ilmiah, maka perlu ditunjukkan kepada setiap orang, dengan demikian mereka dapat mengetahui, bahwa apa yang orang Islam kerjakan, juga baik bagi mereka!
 cepat atau lambat, anda pasti akan mampu untuk menemukan alasan atas setiap gerakan yang diperintahkan Allah swt!

Siapa sih TIA itu?
Eiiit….bukan siapa, tapi Apasih TIA itu?

Suatu hari dalam sebuah seminar, seorang ibu merasa sangat kedinginan dalam ruangan seminar yang pendinginnya (AC) memang dingin.
Saat makan siang si ibu merasa bahwa mulutnya udah tidak simetris, maka segeralah beliau dibawa ke unit stroke rumah sakit terdekat untuk mendapat pertolongan yang dibutuhkan.
Hal senada juga terjadi pada salah seorang kolega yang merasa kesehatannya terganggu saat sedang rapat disebuah ruangan yang pendingin ruangannya masih bekerja baik, beliaupun kemudian dibawa kerumah sakit dan harus tinggal beberapa hari untuk menjalani terapi dan pengobatan terhadap bibirnya yang mencong.

Kenapa bisa terjadi ya? Apa sih penyebabnya?
Ituah dua pertanyaan diantara berbagai pertanyaan yang bersliweran dikepala ini.
Banyak orang bilang bahwa stroke itu datang tiba-tiba, tapi menurut Peter M Rothwell, profesor klinik neurologi Universitas Oxford Inggris- stroke itu penyakit sopan, dia kulonuwun dulu sebelum datang menyerang. Serangan kulonuwun ini disebut Transient Ischemik Attack (TIA) atau mini stroke, bukan Tia gadis tetangga sebelah yang suka pake rok mini laaa yauuuw.

Menurut Peter, pertanda paling sederhana datangnya stroke adalah melemahnya daya komunikasi atau sulit bicara lebih dari 10 menit.
Kalau hal ini terjadi, jangan tunggu sampai hari berikutnya, karena kemungkinan akan sangat terlambat.

Dalam penelitian terbaru Peter dan teman-temannya, mencatat 1.247 orang yang terkena mini stroke, mengalami penghambatan aliran darah di arteri otak. Dan ditemukan bahwa yang kena mini stroke akan berlanjut menjadi stroke, 1,2% terserang stroke hanya dalam 6 jam, 2,1% terserang dalam 12 jam kemudian, dan 50% stroke pada 24 jam berikutnya. Dia mengatakan 24 jam pertama adalah masa paling berharga untuk menyelamatkan penderita TIA.
Faktor-faktor yang menaikkan risiko terkena stroke:•
Usia diatas 60 tahun•
Tekanan darah tinggi• Gejala klinis lemah fisik• Durasi mini stroke (TIA)

Pasien dengan faktor risiko tersebut diatas harus diperlakukan sebagai pasien dalam keadaan darurat, tetapi ini bukan berarti yang berusia 30 tahun tidak ditangani.
Ingat bahwa era sekarang sudah sering bermunculan orang-orang yang masih berumur 30an tahun sudah menderita stroke.
Dengan tindakan cepat maka risiko buruk bisa dikurangi. Tindakan pertolongan yang cepat bisa mengurangi risiko serangan stroke hingga 80%.
Menurut Peter, pertolongan yang dilakukan sederhana, standard perawatan yang ringan seperti:• Pemberian aspirin berguna untuk mencegah penggumpalan darah yang bisa menyumbat aliran darah pada arteri otak.• Bisa ditambah clopidogrel (plavix), berfungsi seperti aspirin•
Terapi stattin adalah obat-obatan semacam crestor, lipitor dan zocor yang bisa menurunkan kolesterol darah•

Penurunan tekanan darahPasien TIA tidak boleh berada di rumah, dia harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis dan menjalani observasi serta tes.

Menurut Daniel Laskowitz, profesor neurologi di universitas Duke, orang yang terserang TIA benar-benar harus dimasukkan kategori peringatan keras. Ini bukan sesuatu yang bisa ditunda atau nanti dulu, seminggu kemudian, seperti kalau kita terserang flu, karena stroke akan menyerang setelahnya.
Ada intervensi jelas yang dapat dilakukan rumah sakit untuk mencegah stroke.
Mereka bisa kembali kerumah apabila hasil tes menunjukkan hasil negatif, tetapi mereka harus waspada agar tidak mendapat serangan stroke kedua dengan pola hidup lebih baik.
Tidak banyak orang mampu bertahan hidup setelah serangan stroke yang ke tiga.
Sungguh suatu mukjizat ketika ada orang mampu bertahan hidup setelah serangan stroke yang lebih dari 10 kali, seperti sosok yang pernah tampil di acaranya Kick Andy.
So, ingat TIA ini bisa berakibat fatal kalau diremehkan bagi yang mengalaminya. Jangan remehkan dan jangan ditunda.
Usia muda bukan jaminan untuk tidak berkenalan dengan TIA.
Ayo kita jauhi TIA dengan bergaya hidup sehat

DIarsipkan di bawah: gaya hidup sehat, kesehatan purwati

Seorang pria bangun pagi-pagi buta untuk sholat subuh di Masjid.
Dia berpakaian, berwudhu dan berjalan menuju masjid.
Di tengah jalan menuju masjid, pria tersebut terjatuh dan pakaiannya kotor. Dia bangkit, membersihkan bajunya, dan pulang kembali ke rumah.
Di rumah, dia berganti baju, berwudhu, dan berjalan menuju masjid lagi.

Dalam perjalanan kembali ke masjid, dia jatuh lagi di tempat yg sama.
Dia, sekali lagi, bangkit, membersihkan dirinya dan kembali ke rumah.
Di rumah, dia, sekali lagi, berganti baju, berwudhu dan berjalan menuju masjid.

Di tengah jalan menuju masjid, dia bertemu seorang pria yg memegang lampu. Dia menanyakan identitas pria tersebut, dan pria itu menjawab “Saya melihat anda jatuh 2 kali di perjalanan menuju masjid, jadi saya bawakan lampu untuk menerangi jalan anda”.
Pria pertama mengucapkan terima kasih dan mereka berdua berjalan ke masjid.

Saat sampai di masjid, pria pertama mengajak pria yang membawa lampu untuk masuk dan sholat subuh bersamanya. Pria kedua menolak.
Pria pertama mengajak lagi hingga berkali-kali dan, lagi, jawabannya sama. Pria pertama bertanya, kenapa menolak untuk masuk dan sholat.
Pria kedua menjawab Aku adalah Setan.

Pria itu terkejut dgn jawaban pria kedua.
Setan kemudian menjelaskan, ‘Saya melihat kamu berjalan ke masjid, dan sayalah yg membuat kamu terjatuh. Ketika kamu pulang ke rumah, membersihkan badan dan kembali ke masjid, Allah memaafkan semua dosa-dosamu.
Saya membuatmu jatuh kedua kalinya, dan bahkan itupun tidak membuatmu merubah pikiran untuk tinggal dirumah saja, kamu tetap memutus-kan kembali masjid. Karena hal itu, Allah memaafkan dosa-dosa seluruh anggota keluargamu.
Jadi saya KHAWATIR, jika saya membuatmu jatuh utk ketiga kalinya, jangan-jangan Allah akan memaafkan dosa-dosa seluruh penduduk desamu, jadi saya harus memastikan bahwa anda sampai di masjid dengan selamat..’

Moral dari cerita ini adalah, jangan pernah biarkan Setan mendapatkan keuntungan dari setiap aksinya.

Jangan melepaskan sebuah niat baik yg hendak kamu lakukan bila dihadapkan pada kesulitan, karena kamu tidak pernah tau ganjaran yg akan kamu dapatkan dari segala kesulitan yg kamu temui, dalam usahamu utk melaksanakan niat baik tersebut .

Pertumbuhan jiwa manusia, selain karena bakat-bakat alam yang dibawa sejak lahir, sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan, termasuk lingkungan pergaulan dan persahabatan.

Di kalangan umat Islam, terutama kaum sufi dan orang-orang yang menaruh perhatian dan concern terhadap pendidikan moral umat, pengaruh positif-negatif dari pergaulan dan persahabatan itu sudah cukup lama menjadi perbincangan.
Tak heran bila diskursus atau wacana tentang persahabatan itu (shuhbah) selalu mewarnai karya-karya mereka.

persahabatan itu sebagai kecenderungan fitri manusia dan merupakan salah satu dari sekian banyak nikmat dan anugerah Allah SWT
(Q.S. 3:103).
Persahabatan, dapat diibaratkan seperti pintu yang akan mengantar manusia menuju sorga atau neraka. Mengapa?
Jawabannya, seperti diutarakan Ibn Abbas, karena persahabatan dapat menimbulkan kebaikan dan keburukan sekaligus.
”Tak ada yang dapat merusak manusia selain manusia itu sendiri,”demikian Ibn Abbas.

Agar persaudaraan dan persahabatan itu melahirkan kebaikan-kebaikan, duniawi maupun ukhrawi, maka dalam persaudaraan itu harus ditegakkan nilai-nilai atau sifat-sifat yang terpuji.
Di antaranya adalah sifat
1). saling tolong menolong dalam kebaikan (Q.S. Al-Maidah),
2). saling berpesan dalam kebenaran (Q.S. Al-Balad, 17), dan
3). saling kasih mengasihi di antara mereka (Q.S. Al-Fath, 29).
Persaudaraan dan persahabatan harus pula didasarkan pada kesamaan idealisme dan cita-cita.
Dalam kaitan ini, Ibnu ‘Athailah, lewat kitab Hikam-nya mengingatkan. Katanya:
”Jangan kamu bergaul dan berteman dengan orang yang idealisme, cita-cita, sikap, dan prilakunya tidak mendorongmu ke jalan yang benar, yaitu jalan Allah SWT.”
Ini mengandung makna bahwa tidak setiap orang layak dijadikan sebagai teman atau sahabat.

Persaudaraan yang sejati, menurut satu Hadits, adalah persaudaraan antara dua anak manusia yang diikat oleh tali dan rasa cinta kepada Allah SWT. Lalu, mereka hidup bersama karena Allah, berjuang bersama karena Allah, dan mati bersama juga karena Allah. Inilah realitas persaudaraan yang sungguh sangat sejati dan abadi.

Dalam kehidupan di mana sekat-sekat antara kebenaran dan kebatilan semakin kabur (tasyabuh), maka identifikasi tentang siapa kawan dan siapa lawan menjadi kabur pula.

Dalam keadaan demikian, petuah kaum sufi dalam wacana persaudaraan menjadi relevan untuk direnungkan kembali.

Semoga persaudaraan dan persahabatan kita kekal dan abadi!!

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai