Mungkin kita sudah sering mendengar cerita di bawah ini, tetapi karena masih sangat relevant dengan situasi saat ini, maka kami ingin mengajak untuk merenungkan kembali.

Pada suatu hari seorang sahabat memperlihatkan tangannya yang hitam dan melepuh kepada Nabi. Ketika Nabi menanyakan hal itu, ia berkata bahwa tangannya melepuh karena bekerja keras. Sahabat itu bekerja membelah tanah keras dengan kampaknya untuk mencari nafkah yang halal bagi keluarganya. Mendengar itu, Nabi yang mulia mengambil tangannya dan menciumnya. Seakan-akan Nabi ingin menunjukkan kepada seluruh pengikutnya bahwa tangan yang melepuh karena kerja keras adalah tangan yang dicintai Allah.

Bekerja adalah bagian dari ibadah. Islam bahkan menyetarakan bekerja di dunia dengan jihad fisabilillah jika diniatkan dengan ikhlas dan giat.
Tidak dibenarkan bagi seorang Muslim berpangku tangan dengan alasan “mengkhususkan untuk ibadah” atau bertawakal kepada Allah.
Tidak dibenarkan pula bagi seorang Muslim bersandar pada bantuan orang lain sedangkan dia mampu dan memiliki kemampuan.
Nabi bersabda, “Tidak boleh memberi sedekah kepada orang yang kaya dan kepada orang yang mampu bekerja.”

Dalam situasi krisis ekonomi seperti sekarang ini, lowongan pekerjaan sedikit, dan harga-harga kebutuhan meningkat cepat, jadi tidak selayaknya kita hanya berpangku tangan atau menunggu orang lain memberi pekerjaan.
Justru dalam situasi seperti ini, kita harus lebih kreatif, giat bekerja dan menciptakan pekerjaan.

Nabi membolehkan kita melakukan pekerjaan apapun asal suci niatnya, sesuai dengan peraturan, dan tidak melupakan-Nya.
Tidak ada pekerjaan yang hina, walaupun pekerjaan itu membuat badan kita kotor atau berbau tak sedap.
Nabi mengharamkan pelecehan atas pekerjaan tertentu.
Beliau mendidik kita bahwa kemuliaan terdapat pada pekerjaan dan kehinaan terdapat pada orang yang bersandar kepada orang lain.
Nabi mengatakan bahwa:
seorang yang pekerjaannya mencari kayu bakar di hutan dan menjualnya untuk menghidupi dirinya, adalah lebih baik daripada meminta-minta
(HR Bukhari dan Ibnu Majah).

Allah menyukai umat yang bekerja dan mengecam manusia yang tidak mau bekerja.
Nabi bersabda.
“Kejahatan yang paling berbahaya di muka bumi ialah pengangguran
(HR Baihaqi).
Dengan bekerja, kita bisa memenuhi kebutuhan hidup, keluarga dan berbuat baik kepada tetangga.
Marilah kita giat bekerja.