I. DATA POKOK:

Nama Lengkap : Drs H. Artomo apt. MBA
Nama Asli : Artomo.
Agama : Islam
Kewarganegaraan : Indonesia
Tempat dan tanggal lahir : Lumajang, 26 Agustus 1947;
Anak ke dua dari empat bersaudara.

Pendidikan yang pernah ditempuh:

1. SD, lulus tahun 1960, di Malang
2. SMP, lulus tahun 1963, di Surabaya
3. SMA, lulus tahun 1996, di Yogyakarta
4. Fakultas Farmasi UGM, S1 1972 dan Apoteker UGM 1974
5. Institut Pendidikan Bisnis dan Manajemen, OTC/California State University Fullerton, Program Master 1990
6. Pendidikan lain:
a. Bahasa Jepang di AOTS, Osaka Jepang, 1974
b. Production and Quality Control Training di Meiji Seika, Kawasaki-Jepang, 1974
c. General Management di Lembaga Manajemen Jawa Timur, 1976
d. Production of Kanamycin Bulk di Meiji Seika, Ashigara-Jepang dan Don Myung, Seoul-Korea Selatan, 1982
e. Quality Control Circle di Meiji Seika, Jepang, 1984
f. Bahasa Ingris di ILP Jakarta, 1985
g. Selama kurun waktu 30 tahun, banyak seminar dan pelatihan pernah diikuti, baik sebagai peserta maupun sebagai pembicara.

Riwayat pekerjaan berikut tahun dan tempat:

1. Fakultas Farmasi Universitas Gajah Mada, Asisten Dosen Ilmu Farmasi/Resep, 1970 – 1974
2. Quality Control Supervisor di PT Meiji Indonesia, 1974
3. Quality Control Manager di PT Meiji Indonesia, 1975
4. Manajer Personalia dan Umum di PT Meiji Indonesia, 1980
5. Manajer Produksi Bahan Baku di PT Meiji Indonesia, 1982
6. Assistant General Manager di PT Meiji Indonesia, 1984
7. Direktur Administrasi/Umum di PT Meiji Indonesia, 1985 – 2004
8. Tahun 2002 merangkap sebagai Plant Director di PT Meiji Indonesia
9. Management Advisor di PT Meiji Indonesia, 2004 – 2005
10. Direktur Ridaprakarsa Sejatiluhur, 2008 s/d sekarang
11. Direktur ASOHealthCare, 2009 s/d sekarang

II. DATA TAMBAHAN:

Penghargaan yang pernah diterima:
1. Mendesign dan membuat “Vial Coating Machine” dalam rangka kegiatan Gugus Kendali Mutu, 1982
2. Indonesian Top Executive, Citra Widya Suara, 1992
3. Indonesian Businessmen of the Year 1995, Peraga Indonesia, 1995
4. Indonesian Award 1995, Kharisma Indonesia, 1996
5. Who’s Who in the World 1997, Marquis Who’s Who USA, 1997

Pengalaman Organisasi:

1. Ketua SBFK Basis PT Meiji Indonesia, 1976 – 1979
2. Ketua I APINDO daerah tingkat II Pasuruan, 1982 – 1984
3. Pencetus dan Pembina Gugus Kendali Mutu PT Meiji Indonesia, 1982
4. Pencetus dan Pembina Koperasi Karyawan PT Meiji Indonesia, 1982
5. Ketua Rukun Warga VIII. Petukangan Selatan, Jakarta Selatan, DKI, 1990 – 1993
6. Pendiri dan Ketua Pembina Yayasan Majelis Taklim Al’manar, Pesanggrahan Jak Sel.
7. Pembina Yayasan Pendidikan Islam Almuawanah – Pasuruan – Jatim
8. Anggota Pharma Material Manager Club di Jakarta, semenjak 1990 dan menjadi Koordinator semenjak 1995
9. Anggota Ikatan sarjana Farmasi Indonesia, semenjak 1972
10. Anggota Hilton Executives Club, semenjak 1985
11. Anggota Gading Raya Padang Golf & Klub, semenjak 1996
12. Anggota Pharma HR Manager Club, semenjak 1985
13. Anggota Pharma HR Director Club, semenjak 2000
14. Pengurus GP Farmasi Pusat, 2003 – 2006

Menulis dan Menerbitkan beberapa buku:

Telah terbit:
 Disiplin Pribadi (Otobiografi) – 2002;
 Apa Kata Al-Qur’an tentang beberapa perkara dalam kehidupan kita – 2010
Dalam proses:
 Mengapa Kencing Manis disebut sebagai “The King of the Disease”
 RM. Tjokrosantoso: “Saya pernah menjadi Pencuri dan Penyelundup Senjata”.
 Ramadhan, bulan yang diberkahi.
Dan tulisan-tulisan di buletin-buletin.

Falsafah Hidup yang jadi pegangan:
– selalu berusaha, baik sendiri maupun bersama-sama orang lain, untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan disegala bidang (pekerjaan, keluarga, sosial, dll.) dengan tetap selalu mengingat, bahwa masih ada Yang Maha Kuasa di atas kita sebagai manusia, dengan demikian kita selalu dapat mensyukuri nikmat Allah.
– Nikmatilah dan syukurilah pemberian Allah dengan selalu berusaha untuk menjaga keseimbangan dalam setiap kegiatan hidup; bekerja, beristirahat, makan, minum, olah-raga, rekreasi, sosial, beribadah dll, sehingga akan tercapai keselarasan dan keteraturan yang saling mendukung.

Kegemaran:
– Berolahraga, berekreasi bersama keluarga terutama dialam terbuka,
– Berbagi ilmu dan pengetahuan pada orang lain  Training/Pelatihan.

Tinggi & Berat Badan:

Tinggi: 169.9 cm
Berat badan: +/- 74 kg

Alamat Rumah & Telepon/Fax:

Bumi Pesanggrahan Mas, Jl Griya II, K 23-24, Petukangan Selatan, Pesanggrahan, Jakarta Selatan
Tel. 7364774; Fax. 7379821.

Pengalaman Bisnis dan/atau anekdot yang menarik dan membekas:

Pada saat menjalani pelatihan di Jepang tahun 1974, mendapatkan pengalaman yang sangat menarik dan berharga tentang DISIPLIN PRIBADI yang akhirnya dijadikan dasar Budaya Perusahaan.
Pada suatu hari di musim gugur, kami rombongan 11 orang pemuda Indonesia berjalan-jalan ke sebuah taman di Nara, di kereta bertemu dengan 6 orang gadis Jepang, yang karena mempunyai arah dan tujuan yang sama, kita ajak untuk berjalan bersama-sama.
Setelah lelah berjalan, kita istirahat di bawah pepohonan sambil menikmati makanan kecil dan minuman yang kita peroleh dari mesin-mesin penjual otomatis yang banyak tersebar di taman tersebut, tentu saja semuanya terbungkus kantung plastik.
Selesai beristirahat, kami meneruskan perjalan, namun setelah beberapa saat kami menyadari bahwa beberapa gadis Jepang tersebut tidak mengikuti kita, dan waktu kita tengok kembali, ternyata mereka sedang asyik memungut sampah plastik yang kemudian dibuang ketempat sampah yang tersedia.
Pengalaman semacam ini, terulang pada waktu kami berjalan di Ginza saat saya meletakkan kaleng minuman di pinggir jalan. Secara tidak sengaja saya menoleh ke belakang dan melihat seorang bapak dengan pakaian perlente memungut kaleng bekas tersebut dan membawanya ke tempat sampah.
“Pelajaran Disiplin Pribadi” menjadi lengkap dengan mengamati bagaimana orang-orang Jepang selalu menyimpan “sampah” mereka di saku jasnya yang (pada waktu itu masih merupakan barang lux bagi sebahagian besar orang Indonesia), sebelum menemukan tempat sampah untuk membuangnya.
Dari beberapa pengalaman dasar tersebut, setelah direnungkan kami bisa merumuskan, bahwa “ Disiplin Pribadi adalah suatu sikap hidup yang merupakan perwujudan rasa tanggung jawab, pengertian dan kesadaran untuk melaksanakan peraturan dan ketentuan yang ada, tanpa paksaan dan bukan karena takut pada sanksi hukum yang akan diterapkan atau mengharapkan penghargaan yang akan diberikan”.
Dalam menerapkan disiplin pribadi ini, setiap orang dalam menghadapi peraturan, larangan, kewajiban maupun tugas, selalu berpikir: terserah orang lain mau melaksanakan atau tidak, yang pasti saya akan melakukan itu”, bila setiap orang di dalam kelompok mempunyai cara berpikir yang sama, sehingga menjadi kebiasaan, maka semuanya akan berjalan seperti seharusnya dan terbentuklah disiplin kelompok. Bila hal ini dilakukan oleh semua orang di Negara ini maka akan menjadi Budaya Nasional.
Dengan menjalankan Disiplin Pribadi, kita dapat melihat ruangan, tempat, ataupun sungai yang bersih, bukan berarti tukang yang membersihkannya yang rajin, tetapi karena penghuninya memang tidak pernah membuang sampah dan mengotorinya.

Berdasarkan pengalaman bekerja mulai dari awal (bekerja di PT Meiji Indonesia, semenjak bangunan pabrik belum selesai), sebelum adanya fasilitas, sampai tersedianya secara lengkap, dimulai dari merencanakan, mempersiapkan, mengatur sampai mengoperasikan, baik perlengkapan maupun manusianya, ditambah dengan pengalaman dalam mempelajari manajemen, baik yang sederhana maupun yang canggih, kami dapat mengambil kesimpulan, bahwa apa yang dikatakan Ki Hajar Dewantoro: “Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mbangun karso, tut wuri handayani”, adalah merupakan SIKAP dan PROSES Kepemimpinan.

Sebagai Sikap Pimpinan:
1. Ing ngarso sung tulodo; seorang pemimpin harus dapat memberi contoh, bagaimana melakukan sesuatu dengan baik dan benar.
2. Ing madyo mbangun karso; seorang pemimpin harus dapat membagi tugas dan memberikan dorongan dan motivasi kepada anak buahnya.
3. Tut wuri handayani; seorang pemimpin harus dapat mengawasi dan mengarahkan anak buahnya.

Sebagai proses kepemimpinan:
1. Ing ngarso sung tulodo; pada setiap ada proyek, pekerjaan atau tugas baru, seorang pemimpin harus memberikan pengarahan dan contoh, sampai anak buahnya betul-betul mengerti dan dapat mengerjakannya.
2. Ing madyo mbangun karso; setelah anak buahnya dapat menjalankan tugasnya dengan baik, maka pemimpin cukup memberikan motivasi dan pengawasan yang cukup.
3. Tut wuri handayani; bila proyek sudah berjalan dengan baik, pemimpin sudah dapat memikirkan/merencanakan proyek baru lainnya.

Berdasarkan pengalaman mulai dari bawah, ditambah pengalaman mengelola organisasi karyawan, sebagai ketua SBSI, maka semakin kuatlah keyakinan bahwa karyawan adalah merupakan teman atau patner dalam mengelola perusahaan untuk mencapai tujuannya, sehingga penting sekali untuk memberikan pendidikan, pengembangan dan kesejahteraan karyawan yang berkesinambungan.